Dengan Membaca, Berarti Anda Menjelajah Dunia dan Membuka Wawasan Akan Lingkungan Sekitar
Buku yang kubaca selalu member sayap-sayap baru, membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan, melintasi waktu dan peristiwa, berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi. (Abdurrahman Faiz)
Dengan Membaca, Berarti Anda Menjelajah Dunia dan Membuka Wawasan Akan Lingkungan Sekitar
Membaca tanpa merenungkan ibarat makan tanpa mencerna. (Edmun Burke)
Dengan Membaca, Berarti Anda Menjelajah Dunia dan Membuka Wawasan Akan Lingkungan Sekitar
Belajar membaca bagaikan menyalakan api, setiap suku kata yang di eja akan menjadi percik yang menerangi. (Victor Hugo)
Dengan Membaca, Berarti Anda Menjelajah Dunia dan Membuka Wawasan Akan Lingkungan Sekitar
Buku adalah mercusuar yang berdiri di tepi samudra waktu yang luas. (Edwin P. Whipple)
Dengan Membaca, Berarti Anda Menjelajah Dunia dan Membuka Wawasan Akan Lingkungan Sekitar
Buku, bagi seorang anak yang membaca, lebih dari sekadar buku. Tetapi, ia merupakan impian sekaligus pengetahuan dan masa depan sekaligus masa silam. (Esther Meynell)
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 08 Maret 2014
Arti seorang Kakak
Kadang perasaan kesal dan marah datang menghampiri seorang
kakak ketika adik-adiknya berbuat hal yang tidak sesuai dengan keinginan kakak.
Seberapa keras kepala adik-adiknya melawan, memberontak, serta mengabaikan
perintah kakaknya, sampai akhirnya kakak memaksa adeknya dan memperlakukan
secara keras...
Setiap kakak pasti menginginkan yang terbaik buat adiknya, namun
tidak semua adik mengetahui apa yang diinginkan seorang kakak tersebut...
Maka sebagai seorang kakak haruslah mulai belajar bagaimana
mengajari adik-adiknya untuk menjadi lebih baik dengan cara penyampaian yang
baik pula, bukan dengan memaksakan kehendak ataupun marah-marah lagi, dengan
begitu maka hubungan dengan adiknya pun semakin dekat dan erat...
Jadilah seorang kakak sebagai seorang suri tauladan bagi
adik-adiknya. Tempat bagi adik-adiknya untuk mencurahkan segala keluh kesahnya.
Tempat untuk bertukar fikiran, berbagi dan saling mendukung. Seseorang yang
mampu membimbing, mengayomi dan membantu adik-adiknya untuk berkembang serta
meraih cita-citanya...
Senin, 03 September 2012
Mendobrak Batasan Semu
Batasan
Semu, artinya batasan yang bersifat utopia, khayalan, tidak sebenarnya,
palsu, dan semacamnya. Batasan semu yang saya maksud pada postingan
kali ini adalah batasan-batasan semu yang ada dalam kehidupan manusia.
Apa maksudnya? Mari kita pahami.
Dalam
kehidupan manusia, manusia diciptakan dengan keterbatasan-keterbatasan
tertentu, tiap individu dikaruniahkan otak oleh tuhan untuk digunakan
dalam mendobrak batasan-batasan yang ada. Mengapa demikian? Contoh,
orang pada zaman dahulu menganggap bahwa bumi ini datar, seperti piring
yang di dalamnya ada makhluk hidup, prinsip Aristoteles ini dipegang
teguh oleh manusia dalam waktu yang sangat lama, orang pada waktu itu
telah yakin bahwa bumi ini memang datar, karena memang seperti apa yang
mereka lihat, mereka tidak ada yang berani menyangkal karena batasan
semu ini tadi, sampai pada suatu saat muncullah seorang ilmuwan yang
bernama Galileo
Galilei yang berani mendobrak batasan semu ini tadi, bahwa semua yang
dinyatakan oleh Aristoteles adalah suatu kesalahan yang besar.
Sebenarnya
ada banyak batasan-batasan semu yang kita alami di dalam kehidupan
sehari-hari kita, tetapi kita tidak pernah menyadari akan hal itu. Terus
mengapa ada batasan semu ini? karena, kita mempunyai pikiran, pikiran
kita itulah yang sebenarnya menjadikan kita takut untuk mendobrak
batasan itu, oleh karena itu olah kembali apa yang ada diotak anda,
selidiki dahulu apakah itu benar atau tidak, seperti orang-orang dahulu
yang selalu tidak mudah percaya dan selalu ingin membuktikan, buktinya
tidak akan mungkin manusia bisa membuat pesawat terbang kalau dia hanya
berfikir dengan batasan semu yang menganggap bahwa yang bisa terbang itu
hanya burung yang bersayap.
Tuhan
memberikan kita batasan itu untuk kita lompati, untuk menguji apakah
kita bisa menemukan kebenaran akan sesuatu hal. Jadi, bagaimana cara
kita agar bisa mendobrak batasan-batasan itu? Jawabannya terapkan
prinsip "jangan mudah percaya", kita ragukan suatu hal dan kita buktikan
bahwa apa yang kita ragukan kita itu benar dan terapkanlah rasa ingin
tahu yang kuat dalam hidup kita. Manusia diciptakan mempunyai nafsu,
tidak pernah puas, dan selalu penasaran, jadi gunakanlah itu untuk
mendobrak batasan-batasan semu dengan tindakan yang positif.
sumber : http://gumanta-info.blogspot.com
Minggu, 29 Juli 2012
Bahagia Menjadi Seorang Guru
"Happiness comes of the capacity to feel deeply, to enjoy
simply, to think freely, to risk life, to be needed. - Kebahagiaan
berasal dari kapasitas untuk merasakan, menikmati, berpikir bebas,
menghadapi risiko hidup, dan menjadi dibutuhkan."
Storm Jameson.
Kebahagiaan adalah ide yang sangat abstrak dan bersifat sangat subyektif. Kebahagiaan dapat terkait dengan tercapainya suatu keinginan atau kebutuhan kita. Tetapi kebahagiaan seorang guru sangat terkait dengan tanggung jawabnya mendidik dan mengajarkan nilai-nilai penting dan inspiratif terhadap para siswanya. Ketika seorang guru dapat melakukan beberapa hal berikut ini kemungkinan besar ia dapat memiliki semua sumber kebahagiaan bahkan lebih dari semua yang dipaparkan oleh Storm Jameson tersebut.
Seorang guru bahagia karena ia mencintai profesi sebagai pendidik. Ia mendapatkan kepuasan tersendiri ketika dapat mendidik para murid, walaupun mungkin kehidupan pribadi mereka sederhana dan jauh dari kemewahan. Seorang guru akan jauh lebih bahagia, jika apa yang telah mereka lakukan tak hanya membuat para murid pintar melainkan menginspirasi bahkan menggerakkan para murid untuk mengubah diri mereka menjadi lebih baik.
Mencintai proses pembelajaran dengan memperluas wawasan ilmu pengetahuan melalui berbagai macam buku, seminar, kaset, radio dan lain sebagainya adalah sumber kebahagiaan seorang guru. Karena tanggung jawab seorang guru bukanlah sekadar menjelaskan subyek atau materi pelajaran, melainkan memberikan contoh sikap bahwa kemauan untuk terus belajar dapat meningkatkan kreatifitas dan memaksimalkan potensi diri. Seorang guru akan semakin bahagia jika mampu menginspirasi para siswa belajar lebih giat.
Rasa syukur yang besar terhadap Tuhan YME mendatangkan keindahan dan kebahagiaan. Rasa syukur membuat guru lebih bahagia, karena rasa syukur itu membuatnya dapat menjelaskan ilmu pengetahuan kepada para muridnya dengan bahasa yang positif pula. Ia akan lebih bahagia jika sikap yang positif serta ilmu pengetahuan yang ia sampaikan menginspirasi para muridnya untuk lebih kreatif dan positif dalam menggunakan ilmu pengetahuan tersebut.
Seorang guru akan bahagia jika tidak membebani hidupnya dengan orientasi mendapatkan imbalan. Ia bahagia karena tidak pernah mengharap balas jasa dari murid atas semua yang diberikannya. Ia sudah cukup senang dapat mengabdikan diri untuk membentuk para tunas bangsa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Guru akan bahagia jika berhasil membangkitkan semangat para murid yang nyaris terpuruk karena kehilangan jati diri. Untuk semua itu ia akan rela melakukan apapun, walaupun harus menghadapi banyak kesulitan. Mendampingi dan membentuk anak-anak didik menjadi tegar dan optimis, baginya jauh lebih menyenangkan dibandingkan apa pun juga.
Seorang guru bahagia, jika ia menjadi diri sendiri dan tidak membandingkan dengan orang lain. Ia bebas berekspresi sebagai diri sendiri dalam menyampaikan ilmu pengetahuan agar terserap dan bermanfaat bagi anak didiknya. Ia akan berbahagia jika etika yang ia tunjukkan itu dapat menumbuhkan keberanian para murid untuk menjalani kehidupan dengan jujur dan menghargai diri sendiri.
Guru bahagia karena ia mencintai murid-muridnya, bagaimanapun keadaan mereka. Ia menikmati saat bersama-sama berjuang melawan keterbatasan diri dengan ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Sebagaimana M. Scott Peck mengatakan, "When we love something it is of value to us, and when something is of value to us we spend time with it, time enjoying it and time taking care of it. - Ketika kita mencintai sesuatu maka itu akan berarti bagi kita. Ketika sesuatu berarti bagi kita, maka kita akan senang menghabiskan waktu untuknya, menikmatinya, dan memeliharanya".
Guru yang bahagia adalah guru yang terus memperkaya ilmu pengetahuannya. Dengan demikian ia dapat mengkreasikan metode mengajar, sehingga para murid dapat dengan mudah menyerap ilmu pengetahuan yang ia sampaikan. Semakin luas ilmu yang ia miliki, semakin mudah baginya mengubah kesulitan hidup menjadi anugrah yang membahagiakan.
Seorang guru bahagia, karena kehidupannya berjalan seimbang. Keseimbangan tersebut dikarenakan ia mampu memanajemen waktu. Ia dapat menggunakan waktu secara efektif dan proporsional untuk diri sendiri, keluarga, profesi, kegiatan sosial, belajar dan beribadah.
Sumber kebahagiaan seorang guru berasal dari dalam dirinya sendiri. Ia bahagia ketika mampu menginspirasikan harapan, kebahagiaan, kekuatan sekaligus nilai-nilai moralitas kepada generasi masa depan. Ia akan lebih bahagia jika para anak didik itu mampu melakukan hal serupa dengan dirinya.
sumber : http://m.andriewongso.com
Storm Jameson.
Kebahagiaan adalah ide yang sangat abstrak dan bersifat sangat subyektif. Kebahagiaan dapat terkait dengan tercapainya suatu keinginan atau kebutuhan kita. Tetapi kebahagiaan seorang guru sangat terkait dengan tanggung jawabnya mendidik dan mengajarkan nilai-nilai penting dan inspiratif terhadap para siswanya. Ketika seorang guru dapat melakukan beberapa hal berikut ini kemungkinan besar ia dapat memiliki semua sumber kebahagiaan bahkan lebih dari semua yang dipaparkan oleh Storm Jameson tersebut.
Seorang guru bahagia karena ia mencintai profesi sebagai pendidik. Ia mendapatkan kepuasan tersendiri ketika dapat mendidik para murid, walaupun mungkin kehidupan pribadi mereka sederhana dan jauh dari kemewahan. Seorang guru akan jauh lebih bahagia, jika apa yang telah mereka lakukan tak hanya membuat para murid pintar melainkan menginspirasi bahkan menggerakkan para murid untuk mengubah diri mereka menjadi lebih baik.
Mencintai proses pembelajaran dengan memperluas wawasan ilmu pengetahuan melalui berbagai macam buku, seminar, kaset, radio dan lain sebagainya adalah sumber kebahagiaan seorang guru. Karena tanggung jawab seorang guru bukanlah sekadar menjelaskan subyek atau materi pelajaran, melainkan memberikan contoh sikap bahwa kemauan untuk terus belajar dapat meningkatkan kreatifitas dan memaksimalkan potensi diri. Seorang guru akan semakin bahagia jika mampu menginspirasi para siswa belajar lebih giat.
Rasa syukur yang besar terhadap Tuhan YME mendatangkan keindahan dan kebahagiaan. Rasa syukur membuat guru lebih bahagia, karena rasa syukur itu membuatnya dapat menjelaskan ilmu pengetahuan kepada para muridnya dengan bahasa yang positif pula. Ia akan lebih bahagia jika sikap yang positif serta ilmu pengetahuan yang ia sampaikan menginspirasi para muridnya untuk lebih kreatif dan positif dalam menggunakan ilmu pengetahuan tersebut.
Seorang guru akan bahagia jika tidak membebani hidupnya dengan orientasi mendapatkan imbalan. Ia bahagia karena tidak pernah mengharap balas jasa dari murid atas semua yang diberikannya. Ia sudah cukup senang dapat mengabdikan diri untuk membentuk para tunas bangsa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Guru akan bahagia jika berhasil membangkitkan semangat para murid yang nyaris terpuruk karena kehilangan jati diri. Untuk semua itu ia akan rela melakukan apapun, walaupun harus menghadapi banyak kesulitan. Mendampingi dan membentuk anak-anak didik menjadi tegar dan optimis, baginya jauh lebih menyenangkan dibandingkan apa pun juga.
Seorang guru bahagia, jika ia menjadi diri sendiri dan tidak membandingkan dengan orang lain. Ia bebas berekspresi sebagai diri sendiri dalam menyampaikan ilmu pengetahuan agar terserap dan bermanfaat bagi anak didiknya. Ia akan berbahagia jika etika yang ia tunjukkan itu dapat menumbuhkan keberanian para murid untuk menjalani kehidupan dengan jujur dan menghargai diri sendiri.
Guru bahagia karena ia mencintai murid-muridnya, bagaimanapun keadaan mereka. Ia menikmati saat bersama-sama berjuang melawan keterbatasan diri dengan ilmu pengetahuan dan budi pekerti. Sebagaimana M. Scott Peck mengatakan, "When we love something it is of value to us, and when something is of value to us we spend time with it, time enjoying it and time taking care of it. - Ketika kita mencintai sesuatu maka itu akan berarti bagi kita. Ketika sesuatu berarti bagi kita, maka kita akan senang menghabiskan waktu untuknya, menikmatinya, dan memeliharanya".
Guru yang bahagia adalah guru yang terus memperkaya ilmu pengetahuannya. Dengan demikian ia dapat mengkreasikan metode mengajar, sehingga para murid dapat dengan mudah menyerap ilmu pengetahuan yang ia sampaikan. Semakin luas ilmu yang ia miliki, semakin mudah baginya mengubah kesulitan hidup menjadi anugrah yang membahagiakan.
Seorang guru bahagia, karena kehidupannya berjalan seimbang. Keseimbangan tersebut dikarenakan ia mampu memanajemen waktu. Ia dapat menggunakan waktu secara efektif dan proporsional untuk diri sendiri, keluarga, profesi, kegiatan sosial, belajar dan beribadah.
Sumber kebahagiaan seorang guru berasal dari dalam dirinya sendiri. Ia bahagia ketika mampu menginspirasikan harapan, kebahagiaan, kekuatan sekaligus nilai-nilai moralitas kepada generasi masa depan. Ia akan lebih bahagia jika para anak didik itu mampu melakukan hal serupa dengan dirinya.
sumber : http://m.andriewongso.com
Rabu, 25 Juli 2012
Logika versus Skill (Keterampilan)
Apa
yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata "LOGIKA"? apakah tentang
suatu cara, metode, fakta, khayalan? apapun itu yang pasti kita tidak
pernah berhenti memutar otak kita untuk berlogika. Lalu, bagaimana
dengan "SKILL"? Skill apa yang sudah anda miliki saat ini? Apakah skill
yang anda miliki bisa bermanfaat untuk orang banyak atau tidak? Ya,
keterampilan atau skill yang bagus tentu harus bermanfaat bagi banyak
orang. Lalu apa hubungannya antara logika dan skill ? Mari kita lihat.
1. Orang yang pandai berlogika tetapi tidak mempunyai skill
contoh
: Si Budi mengerti bagaimana agar bisa mendapatkan wanita idamannya,
tetapi dia tidak mempunyai skill dalam bagaimana menyatakan cintanya
kepada wanita itu. Akibatnya "FRUSTRATED", frustasi atau stress.
2. Orang yang punya skill bagus tetapi tidak mempunyai logika
contoh
: Si Tono sangat pandai dalam menggoreng telur, dia bisa menggoreng
dengan cepat. Tetapi karena dia tidak punya logika, maka apapun yang dia
temui akan digorengnya, ketika dia bertemu meja, meja dia goreng,
bertemu televisi, televisi dia goreng. Akibatnya "LOST" atau sesat.
3. Orang yang tidak punya skill dan tidak mampu berlogika
contoh
: Si Kasim suka dengan seorang wanita, sebut saja Mawar, tetapi dia
sama sekali tidak punya skill dalam menunjukkan rasa cintanya, akhirnya
dia mendatangi dukun untuk membuat si Mawar jatuh cinta, Kasim pun
disuruh mandi bunga tujuh rupa, minum air kelapa yang jatuh jauh dari
pohon, puasa 7 hari 7 malam dan lain-lain. Tindakan Kasim inilah namanya
tidak logis. Jadi, akibatnya "LOST + FRUSTRATED" atau sengsara
selamanya.
4. Orang yang punya skill dan mampu memainkan logikanya
Tipe
yang terakhir inilah yang harus kita capai, kita mampu melakukan
sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak, dan kita juga mampu
menganalisa bagaimana, apa saja, untuk siapa saja skill atau
keterampilan kita ini harus kita berikan. Dengan tipe yang ini Insya
allah kita SUKSES.Silahkan tinggalkan komentar dan kritik sobat, tapi mohon jangan SPAM ya..!
Komentar yang membangun sangat dibutuhkan oleh blog ini. Terima Kasih
Jangan Lupa Follow Juga, Maka Akan Segera Follow Balik.
sumber : http://gumanta-info.blogspot.com/2012/03/logika-versus-skill-keterampilan.html
Selasa, 24 Juli 2012
Kebiasaan Berterima Kasih
Kalimat sederhana "terima kasih" yang diucapkan dengan tulus dan
ikhlas pada siapa pun yang telah membantu, mendukung, atau mendorong
kita untuk meraih hasil terbaik dalam keseharian akan membuahkan lebih
banyak kebaikan. Sebab, dengan ketulusan yang kita ungkapkan, ucapan
terima kasih akan membuahkan kebahagiaan, bukan sekadar pada orang yang
kita berikan ucapan, tapi juga pada orang lain yang ada di
sekelilingnya.
Ibarat jalinan tali-temali, satu ucapan terima kasih yang tulus, akan membuat orang semangat dan senang. Hal ini akan menular kepada orang di sekelilingnya. Hingga, "rantai" saling bantu dan saling dukung tak berhenti pada satu pihak saja, tapi terus membentuk satu jalinan utuh kebahagiaan yang akan terus bergulir bagai bola salju.
Mari, biasakan mengucapkan terima kasih sebagai ungkapan rasa syukur.
Berikan dengan tulus, sampaikan dengan kasih sayang. Maka, kekuatan
jalinan kebahagiaan dalam syukur yang kita ungkap akan terus menular dan
membawa lebih banyak keberkahan.
Jadi, sudahkah kita mengucapkan terima kasih pada orang yang kita cintai hari ini?
sumber : http://m.andriewongso.com
Ibarat jalinan tali-temali, satu ucapan terima kasih yang tulus, akan membuat orang semangat dan senang. Hal ini akan menular kepada orang di sekelilingnya. Hingga, "rantai" saling bantu dan saling dukung tak berhenti pada satu pihak saja, tapi terus membentuk satu jalinan utuh kebahagiaan yang akan terus bergulir bagai bola salju.
Jadi, sudahkah kita mengucapkan terima kasih pada orang yang kita cintai hari ini?
sumber : http://m.andriewongso.com
Minggu, 22 Juli 2012
Garam dan Telaga
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Pemuda itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Pemuda itu menceritakan semua masalahnya.
Pak Tua yang bijak mendengarkan dengan seksama. Beliau lalu mengambil segenggam garam dan segelas air. Dimasukkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduk perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?" Ujar Pak tua itu.
"Asin. Asin sekali!" Jawab sang pemuda, sambil meludah ke samping.
Pak Tua tersenyum kecil mendengar jawaban itu. Beliau lalu mengajak sang pemuda ke telaga dekat rumahnya. Pak Tua menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, diaduknya air telaga itu.
"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah!" Kata Pak Tua.
Usai pemuda mereguk air itu, beliau bertanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar." Sahut sang pemuda.
"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?" tanya beliau lagi.
"Tidak" Jawab si pemuda.
Dengan lembut Pak Tua menepuk-nepuk punggung pemuda itu, "Anak muda, dengarlah...
Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam tadi, tak
lebih dan
tak kurang. Jumlah garam yang kutaburkan sama, tetapi rasa air
yang kau
rasakan berbeda. Demikian pula kepahitan akan kegagalan yang kita
rasakan dalam
hidup ini, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan
itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."
Beliau melanjutkan nasehatnya, "Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah
tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan
jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam
setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.“
sumber : http://presentasimenarik.com/tata-cara-presentasi.php














